Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Asal-usul QWERTY pada Keyboard

Keyboard mesin ketik maupun komputer standar pasti menggunakan penataan enam huruf QWERTY pada bagian atas kiri. Bagaimana sejarahnya? Rancangan QWERTY diciptakan pada 1873 ketika Christopher Latham Sholes memperbaiki model awal mesin ketiknya agar memiliki rancangan pengetik yang lebih cepat dan lebih efisien untuk ‘ E. Remington and Sons ’. Sholes menyadari, rancangan alfabet kunci pada model asli cenderung macet. Karenanya, ia mengubah urutannya dan menyebarkan pasangan alfabet paling umum di bagian paling jauh. Model QWERTY Sholes seperti dikutip dari berbagai sumber, diberi nama Remington dan mulai tersedia sebagai mesin ketik komersial pertama pada 1974. Sejak itu, banyak alternatif QWERTY tercipta. Termasuk, keyboard Dvorak Simplified (nama ini diambil dari nama profesor dan pencipta August Dvorak) dan rancangan keyboard Colemak. Meski keyboard baru ini dirancang untuk meningkatkan kecepatan mengetik semabari menjaga pertimbangan egonomis, QWERTY terus menjadi standar...

Kisah Penyebar Islam Minang Syekh Piyobang (Gaek Cukua Sabalah)

Gambar
makam syekh piyobang (dok. pemda sumbar) Di Sumatra Barat terdapat kisah ulama Heroik saat menyebarkan Islam. Salah satunya adalah kisah Syekh Piyobang, berkaitan dengan ‘Gaek Cukua Sabalah’ (orang tua yang belum selesai bercukur rambut). Kisah ini  beredar pada semua umur, dan menyebar tak di satu tempat. Seorang ibu separuh baya, mengaku telah mendengar cerita ‘Gaek Cukua Sabalah’ sejak masih duduk di kelas 3 Pendidikan Guru Agama, Sawahlunto, Sumatera Barat. “Guru saya, Pak Azhar, yang menceritakannya,” ujar Zur, 54 tahun, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kompleks Belimbing Permai. Kisah yang dikenang Zur, Syekh Piyobang adalah ulama berilmu tinggi, dan memiliki karomah . Dari sejumlah literatur, bersama dua temannya, Haji Miskin dan Haji Sumanik, Syekh Piyobang dikenal sebagai ulama pembaru. Di abad 18, Syekh Piyobang menentang pelaksanaan ajaran Islam disandingkan dengan budaya. Bagaimana kisah Gaek Cukua Sabalah menjadi legenda Syekh Piyobang? Disebutka...

Kisah Wali Pitu di Bali

Kalau di Jawa ada istilah Wali Songo, tokoh-tokoh penyebar Islam yang jumlahnya sembilan, di Bali ada pula istilah Wali Pitu. Bagaimana kisahnya dan siapa saja Wali Pitu itu? Syiar Islam di Bali memiliki kisah tentang keberadaan Wali Pitu. Mereka penyebar Islam yang jumlahnya tujuh orang. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Denpasar, Mustofa Al Amin, nama Wali Pitu merupakan hasil penelitian dari Habib Toyib Zein Assegaf. "Beliau mendapat isyarat secara kesufian, tentang adanya ketujuh orang penyiar Islam di Bali ini. Berdasarkan isyarat kesufian itu, beliau melakukan penelitian lapangan, dan fakta membuktikan isyarat itu benar adanya. Itulah yang dikenal dengan istilah Wali Pitu," terang Mustofa kepada VIVAnews.com. Meski fakta membenarkan keberadaan Wali Pitu, namun penetapan nama itu sendiri bukan berdasarkan kesepakatan umat muslim Bali. Kendati begitu, bukan berarti kiprah Wali Pitu tidak diakui dalam konteks syiar Islam di Bali. "Validitasnya tidak...

Masjid Laweyan, Akulturasi Islam-Hindu (Bekas Pura, Juga)

Gambar
Masjid Ki Angeng Henis yang dikenal sebagai Masjid Laweyan di Solo, Jawa Tengah memiliki kekhasan dalam arsitekturnya yang merupakan bukti akulturasi Islam-Hindu. Seperti apa? Bila menyinggahi Kampung Batik laweyan Solo, Anda akan melihat bangunan masjid unik dan khas Hindu. Ssebelumnya masjid tersebut merupakan bangunan pura. Namun, saat ini bekas bangunan pura sulit ditemukan, karena Masjid Laweyan sudah mengalami pemugaran berulang kali. Menurut salah seorang pengurus Masjid Laweyan, Adiyanto, masjid ini yang tertua di Solo. Sebab, pendiri masjid tersebut merupakan sosok cikal bakal penerus takhta di tiga kerajaan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Sebelum dibangun masjid, dulunya merupakan bangunan pura sebagai tempat ibadah umat Hindu,” kata dia. Awal mula berdirinya masjid itu tidak lepas dari pengaruh  Ki Ageng Henis yang bersahabat baik dengan seorang Pemangku atau Pandhita Umat Hindu. Dari persahabatan itu, lambat laun Pemangku tersebut mulai tertarik mempelajari a...

Sejarah Pinisi

P inisi , menurut Wikipedia, merupakan kapal layar tradisional khas asal Indonesia, berasal dari suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia .  Sejarah Pinisi berasal dari mitologi sosok Sawerigading yang berlayar dari tanah luwu untuk mempersunting seorang putri bernama We Codai. Keberangkatannya berlayar menggunakan sebuah kapal dari sebuah pohon bernama Welenreng yang ditempa untuk dijadikan perahu. Namun, perahu ini diterpa badai dan akhirnya pecah. Bagian perahu yang hancur lebur ini kemudian terdapar di tiga tempat:  1. Haluan dan buritan terdampar di Lemo-l...

Sejarah Malam Lailatul Qadr

Menurut Riwayat Ibnu Abbas r.a., Suatu ketika Malaikat Jibril menceritakan kpd Nabi Muhammad S.A.W. kisah seorang lelaki pd Zaman Bani Israil yg berjuang fisabilillah terus menerus selama 1000 bulan atau lebih kurang 84 tahun.Pada malam hari lelaki itu akan mengerjakan ibadah dgn tekun & pd siang hari dia berjuang melawan musuh yg merusak agamanya. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil tersebut yang tak lain adalah Sama’un. Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut, merasa kecil hati dengan amal ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin melakukan amal ibadah dan perjuangan yang sedemikian rupa. Hanya saja umur kehidupan mereka jarang lebih dari enam puluh atau tujuh puluh tahun. Di dalam hadist disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun”.  Ketika para sahabat sedang berpikir dan merenung, datanglah malaikat Jibril kepada...