Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

HUBUNGAN UMA DAN MERAPU ( TRADISI SUMBA)

Gambar
Rumah tradisional Sumba (Uma) harus berukuran besar dengan atap tinggi menantang langit. Mengapa?  Karena Uma tidak sekadar tempat tinggal manusia. Uma juga jadi tempat bersemayamnya Merapu (arwah yang disembah dalam kepercayaan tradisional Sumba), sekaligus tempat hewan piaraan berlindung dari panas dan dingin setiap hari.  Salah satu keunikan yang dimiliki Sumba adalah rumah tradisionalnya. Kalau Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan punya Tongkonan, Sumba punya Uma. Ada kemiripan antara dua rumah tradisional ini. Kedua-duanya berukuran besar, dengan atap menjulang tinggi. Juga setiap bangunan terdiri dari tingkat meski fungsinya berbeda. Kesamaan lainnya, tongkonan dan Uma selalu terdiri dari beberapa rumah, membentuk sebuah perkampungan. Ada rumah induk yang diapit atau dikitari beberapa rumah pendamping. Di sanalah keluarga besar menjalani hari-hari kehidupannya. Termasuk menjalani ritual yang sarat simbol sosial, magis, dan religius. Yang membedakan keduanya, Tongkon...

Sejarah dan Asal-usul Kopi Luwak

Gambar
binatang luwak senang mencari kopi yang matangnya sempurna Kopi Luwak sedang ngetren di dunia. Seduhan kopinya memakai biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak atau musang. Sesungguhnya sudah lama kopi jenis ini menjadi perbincangan di dunia, khususnya Asia Tenggara. Namun baru termasyur luas setelah publikasi tahun 1980-an. Dan Kopi Luwak harganya sangat mahal. Mencapai 450 dollar Amerika per 450 gram. Apa yang membuat kopi luwak mahal? Tentu saja proses dan cara mendapatkannya yang terbilang unik dan langkalah yang menyebabkankopi luwak mahal dan berkelas. Wilayah penghasil kopi luwak di Indonesia antara lain Gayo Aceh, Sidikalang, Desa Janji Maria Kec. Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas, Kota Pagalaram, Semende di Muara Enim, Liwa di Lampung Barat, Kotabumi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur.  Sejarah ditemukannya kopi Luwak erat kaitannya dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia awal abad ke-18 saat Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di Jawa dan...

Sejarah dan Asal-usul Kopi di Indonesia

Gambar
sejarah kopi Indonesia dimulai dari masa penjajahan Belanda Indonesia masuk dalam jajaran negara pemasok kopi dunia kenamaan. Memang, pe rkebunan kopi sangat lazim ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, tersebar dari Sabang sampai merauke. Bagaimana asal-usul dan sejarah kopi di Indonesia?  Ternyata, tanaman kopi yang ada di berbagai perkebunan kopi di Indonesia sesungguhnya bibitnya tidak berasal dari Indonesia. Upaya Belanda menjadi pemasok nomor satu kopi dunia cukup berhasil dengan menjadikan lahan-lahan di Indonesia sebagai perkebunan kopi Tahun 1696, Belanda mulai membawa kopi jenis Arabika dari Malabar India ke Jawa, mengingat perdagangan kopi demikian fantastis hasilnya dan Indonesia dirasa beriklim cocok untuk tanaman kopi.  Kopi ini masuk melalui Batavia (sekarang Jakarta) yang dibawa oleh Komandan Pasukan Belanda Adrian Van Ommen dari Malabar - India, yang kemudian ditanam dan dikembangkan di tempat yang sekarang dikenal dengan Pondok Kopi -Jakarta Timur, denga...

Sejarah Islam di Lombok

Gambar
Penduduk Lombok sebagiannya, terutama Suku Sasak menganut agama Islam. Agama terbesar kedua di Lombok adalah Hindu yang dianut 15 persen penduduk. Perjalanan agama Islam masuk di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat berawal dari abad ke-16. Penyebar agama Islam di Lombok antara lain Sunan Prapen, Putra Sunan Giri, Al Fadlal, Sangupati. Sunan Giri memiliki 3 murid yakni Lembu Mangkurat (mengislamkan Banjarmasin), Datuk Bandan (Mengislamkan Makassar, Seram, Tidore, Selayar), dan Sunan Prapen (mengislamkan Bali, Lombok, dan Sumbawa. Sunan Prapen datang ke Pulau Lombok bersama Patih Mataram, Arya Kertasura, Jaya Lengkara, Adipati Semarang, Tumenggung Surabaya, Tumenggung Sedayu, Tumenggung Anom Sandi, Ratu Madura, Ratu Sumenep. Tentu saja Sunan Prapen dalam membawa Islam ke masyarakat harus menyesuaikan situasi dan kondisi masyarakat saat itu. Mereka mengajarkan ketauhidan lewat adat dan kesenian. Penyebaran Islam di Lombokboleh dikata merata kecuali Pejarakan, Ganjar, Pengantap, Tebango, Kar...

Asal-usul Pulau Lombok dan Sasak

Nama Lombok tercantum dalam lontar. Lombok itu sebutan untuk pulau di Nusa Tenggara Barat sedangkan sasak adalah suku bangsa yang mendiami pulau Lombok. Kata "Lombok" berasal dari Bahasa Sasak yakni Lomboq yang berarti Lurus. Sasak sendiri asal katanya Sak Sak, berarti Perahu Bercadik. Sebutan lain untuk Pulau Lombok adalah Pulau Meneng (sepi), Gumi Selaparang. Sejak zaman Majapahit Pulau Lombok sudah terkenal. Disebut dalam kitab Negarakertagama yang dikarang Empu Prapanca. Alkisah, Kerajaan Mataran Lama di Jawa Tengah punya oemimpin perempuan yakni Pramudawardhani, ahli pemerintahan yang menikah dengan Rakai Pikatan, ahli perang. Kekuasaannya membentang dari Pulau Sumatra hingga Pulau Flores. Pelayaran yang dilakukan kala itu banyak dilakukan dari Jawa memakai perahu bercadik  Motif pelayaran tidak jelas apakah untuk memperluas wilayah ataukan menghindari kerja keras membangun Borobudur, Prambanan, dan Kalasan. Mereka terus berlayar lurus ke Timur dan tiba di pelabuhan yang...

Legenda dan Asal-usul Gunung Rinjani

Gambar
menurut mitos, Gunung Rinjani merupakan pusat jin dan makhluk halus Ternyata, menurut Legenda, Rinjani (atau disebut pula Anjani) merupakan putri raja yang mengiringi ayahnya untuk bertapa di Gunung. Oleh para jin dan makhluk halus, Rinjani dijadikan Ratu. Itu sebabnya Gunung di Pulau Lombok dinamai Gunung Rinjani. Ada berbagai versi cerita rakyat yang ada kaitannya dengan Gunung Rinjani. Salah satu di antaranya berkaitan dengan seorang raja yang bernama Datu Tuan. Kerajaan Datu Tuan tidak jauh dari pelabuhan Lembar, yang kini dikenal dengan julukan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sang Raja sangat bijaksana. Permaisurinya cantik dan baik hati. Namanya Dewi Mas. Kerajaan sangat aman, tenteram dan makmur. Sayang sang raja belum juga dikaruniai anak. Hingga beliau meminta izin Dewi Mas, sang permaisuri untuk mendapatkan istri baru. Permaisuri Dewi Mas mengizinkan. Maka dipinanglah gadis cantik bernama Sunggar Tutul, putri Patih Aur. Semenjak itu raja lebih sering tinggal bersama istri ...

Sejarah Carok dan Clurit di Madura

Orang-orang Madura mengenal istilah Carok dan Clurit. Bagaimana asal-usul atau Sejarah Carok dan Clurit?  Carok berasal dari bahasa Kawi artinya perkelahian. Perkelahian umumnya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar, umumnya di Bangkalan, Sampang dan Pamekasan. Persoalannya adalah Kedudukan, perselingkuhan, rebutan harta, dendam turun-temurun. Secara harfiah, Carok itu Ecacca Erok Erok yakni dibantai atau dimutilasi. D. Zawawi Imron, Budayawan dari Madura yang dijuluki Clurit Emas dari Sumenep menyatakan Carok itu pembauran budaya yang tidak sepenuhnya dari Madura. Carok merupakan putusan akhir bila masalah tidak bisa diselesaikan. Di dalamnya terkandung makna harga diri. Sejatinya, carok mulai muncul sejak zaman penjajahan Belanda pada abad ke-18 masehi saat kemunculan legenda Pak Sakera. Siapa Pak Sakera? Mandor tebu di Pasuruan yang tak pernah meninggalkan celurit kalau dia pergi ke kebun. Celurit dijadikan simbol perlawanan bagi rakyat. Sebelum era tersebut , abad ke-12 ...