Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Asal-usul Negara Ini Dinamai Indonesia

Dulu, negeri kita ini, namanya bukan Indonesia. Lantas apa? Bagaimana asal-usul nama Indonesia? Siapa penemu nama Indonesia? Dengan kata lain, siapa yang memberi nama Indonesia? Nggak langsunglah, negara ini bernama Indonesia. Ada serangkaian proses panjang yang mendahuluinya. Sebutan Indonesia di zaman dulu antara lain: Bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai ("Kepulauan Laut Selatan").  Bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara ("Kepulauan Tanah Seberang"), nama yang diturunkan dari kata dalam bahasa Sanskerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa ("Pulau Emas", diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.   Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan, benzoe , berasal dari nama bahasa Arab, lub...

Asal-usul, Legenda, dan Mitos Gunung Gede Pangrango

Bahkan sejak abad ke-13, Kawasan Gunung Gede Pangrango telah dikenal lama dalam dongeng dan legenda tanah Sunda. Antara lain naskah perjalanan Bujangga Manik yang menyebut-nyebut tempat bernama Puncak dan Bukit Ageung (yakni, Gunung Gede). Disebutnya lokasi ini sebagai  " ..hulu wano na Pakuan " diterjemahkan sebagai tempat yang tertinggi di Pakuan Sepertinya di masa itu telah ada jalan kuno antara Bogor (d/h Pakuan) dengan Cianjur, yang melintasi lereng utara G. Gede di sekitar Cipanas sekarang .  Pada masa penjajahan Belanda wilayah yang subur ini kemudian tumbuh menjadi area pertanian, terutama perkebunan. Sedini tahun 1728 teh Jepang telah mulai ditanam, dan pada 1835 perkebunan teh ini telah dikembangkan di Ciawi dan Cikopo. Menyusul pada 1878 dikembangkan teh Assam, yang terlebih sukses lagi, sehingga mengubah lansekap dan perekonomian di seputar lereng Gede-Pangrango. Kawasan Gede-Pangrango juga dikenal sebagai salah satu tempat favorit dan tertua, bagi penelitian-pe...

BIografi Singkat Thomas Stamford Raffles

Nama Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Hindia Belanda (Jawa) pada masa pendudukan Inggris demikian masyur. Selama bertugas di Jawa sejak 1811-1816 ia punya andil besar untuk kemajuan negeri ini di berbagai bidang. Saya mengambil sumber tulisan biografi singkat Raffles dari blog doyanpiknikbanget.blogspot.com   Nama Sir Thomas Stamford Raffles tidak hanya  ditulis  dalam buku-buku sejarah siswa, namun sering juga  saya jumpai dalam  brosur   ataupun review tempat-tempat wisata. Sampai kemudian saya tertarik mencari sumber-sumber bacaan  tentang pria berkebangsaan Inggris yang "menemukan" kembali Borobudur ini . Dan ternyata banyak hal baru buat saya. Lebih dari yang diajarkan di sekolah, dulu.      Sungguh saya takjub dengan karirnya yang cemerlang.  Dari yang bukan siapa-siapa menjadi orang yang dihormati.  D alam rentang hidupnya yang relatif pendek (meninggal pada usia 45 tahun), dia banyak berkiprah mewarnai peradaba...

Ternyata Tahu Sumedang Asal-usulnya dari Cina

Kita pasti mengenal tahu sumedang makanan khas asal Sumedang. Kudapan khas dari bahan kedelai, sebagaimana tahu-tahu lain, namun renyah. Tahu Sumedang dijajakan mulai dari pinggir jalan sampai hotel bintang lima. Jadi makanan segala lapisan. Mengenai asal-usul atau sejarahnya, ternyata tahu sumedang dibawa imigran Cina.  Ya, imigran asal China ini datang langsung ke Sumedang melalui pelabuhan Cirebon. Tahu yang dulu dikenal juga dengan nama Bungkeng ini dirintis sejak tahun 1917.  Cikal bakal Tahu Sumedang ini dibawa oleh seorang imigran asal China bernama Ong Kino yang tiada lain adalah buyut Suryadi yang datang ke pulau Jawa melalui pelabuhan Cirebon, awal tahun 1900-an. Sesampai di Sumedang ia langsung mendirikan pabrik tahu di Jalan Sebelas April. Ong Kino memang yang merintis usaha tahu di Sumedang, tetapi yang terkenal perintis tahu adalah Ong Bungkeng yang tidak lain dari anaknya Ong Kino yang menyusul ke Jawa. Ong Kino sendiri tidak lama ada di Sumedang ...

Asal-usul dan Sejarah Kota Cirebon

Lokasi Kota Cirebon  di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur  pantura   yang menghubungkan   Jakarta -Cirebon- Semarang - Surabaya . Pada awalnya Cirebon berasal dari kata  sarumban , Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang kemudian diberi nama  Caruban [  (carub dalam bahasa Cirebon artinya bersatu padu). Diberi nama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa di antaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsur-unsur budaya bangsa Arab, agama, bahasa, dan adat istiadat. kemudian pelafalan kata  caruban  berubah lagi menjadi  carbon  dan kemudian  cerbon . Selain karena faktor penamaan tempat penyebutan kata  cirebon  juga mata pecaharian sebagian besar masyarakat adalah nelayan, maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon  (udang kecil) ...

Upacara Karo di Bromo: Legenda Ajisaka

Upacara Karo di Bromo: Legenda Ajisaka Upacara Karo di Bromo selalu dihubungkan dengan Legenda Ajisaka sebagai refleksi sifat dan sikap kejujuran seb agaimana manusia di Zaman Satya Yoga. Alkisah, pada zaman dahulu (diperkirakan abad pertama masehi), ada seorang pengembara sakti bernama Saka yang baru saja menyelesaikan pelajaran susastra di padepokan yang dipimpin resi. Dua murid yang menyertainya adalah: Dora dan Sembada. Mereka mengembara menembus hutan belantara, singgah di tempat-tempat suci. Akhirnya, sampailah mereka pada sebuah pulau yakni Majesti. Pulau ini sangat indah dan menenteramkan. Karena perjalanan masih panjang sedangkan bawaan berharga sangat banyak, Saka mengadakan undian untuk menentukan siapa yang harus menjaga barang-barang tersebut. Ternyata yang harus menjaga barang adalah Dora. Sebelum berangkat Ajisaka menitipkan Keris Sarutama. Ia berpesan, janganlah keris itu diberikan pada siapa pun kecuali ia. Saka dan Sembada meneruskan perjalanan dan sampai ke Pulau ...

Siapa Pribumi dan Siapa Pendatang di Indonesia?

Sering kita mendengar dalam kehidupan keseharian penggolong-golongan orang Indonesia sebagai pribumi dan pendatang. Dari asal-usul dan sejarahnya, sebenarnya siapa yang digolongkan pribumi dan siapa pula yang digolongkan pendatang? Faisal Aslim, kontributor zenius.net menjelaskannya. Bahwa pada hakikatnya, semua manusia di Indonesia adalah pendatang. Kisah Faisal dimulai dari zaman dulu sekali, pada masa Homo Erectus. S Kedatangan I: Homo Erectus Jauh sebelum manusia modern  (homo sapiens)  datang ke kepulauan Nusantara, kaum pendatang pertama yang tiba di tanah yang kelak bernama Indonesia ini adalah  Homo erectus  yang melakukan migrasi panjang dari Afrika sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Homo erectus  inilah penduduk yang paling lama tinggal tanah Nusantara ini yaitu sekitar 1,5 - 1,7 juta tahun! Migrasi panjang  Homo erectus  dari Afrika ke berbagai penjuru dunia memang cukup fenomenal dan sedikit banyak masih keberad...